Consumer spending melemah: Penyebabnya adalah pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih cenderung moderat karena tingkat produk domestik bruto (PDB) Indonesia masih dominan digerakkan oleh konsumsi masyarakat.
Momen Hari Raya Idul Fitri yang bisa meningkatkan konsumsi masyarakat sudah lewat pada kuartal II-2019, sehingga momentum katalis yang dapat membuat konsumsi masyarakat meningkat menghilang.
Namun kami melihat hal diatas sudah terdiskon dalam penekanan harga diantara sideways trend yang terjadi.
Fakor ekonomi domestic sesuai expektasi pasar: Sebagai contoh, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2019 hanya 5,05% secara tahunan. Maka terjadi perlambatan jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi pada periode sama tahun lalu yang sebesar 5,27%. Kami juga melihat pada kuartal I-2019, pertumbuhan ekonomi Tanah Air masih sebesar 5,07%, namun perldu diulang bahwa semua hal tersebut sudah sesuai expektasi pasar dan cukup terdiskon dalam pergerakan harga.
Melihat kedepan: Breakout dari konsolidasi ke 6.500
Bila dilihat secara grafik mingguan range IHSG yang sebelumnya 6.110-6.250 telah naik kelas menjadi 6.250-6.350, breakout di atas level 6.350 menciptakan trend naik pendek kembali ke resistance atas di 6.400 dan 6.500.
Stock picks: (BUY: ASII, HSMP, SMRA, MAPI)
- Astra International (ASII) (Profit taking target: Rp.6.975-7.175)
Entry (1) Rp.6.625, Entry (2) Rp.6.525, Cut loss point: Rp.6.425
- HM Sampoerna (HMSP) (Profit taking target Rp.2.975-3.175-3.275)
Entry (1) Rp.2.725, Entry (2) Rp.2.625, Cut loss point: Rp.2.525
- Summarecon (SMRA) (Profit taking target Rp.1.275-1.375-1.475)
Entry (1) Rp.1.160, Entry (2) Rp.1.150, Cut loss point: Rp.1.140
- Mitra Adiperkasa (MAPI) (Profit taking target: Rp.1.150-1.250-1.350)
Entry (1) Rp.1.020, Entry (2) Rp.990, cut loss point: Rp.930
Penyangkalan/Disclaimer
Semua informasi yang diberikan di sini tidak dimaksudkan untuk dan tidak boleh dianggap sebagai saran investasi khusus ataupun undangan atau penawaran untuk membeli dan/atau menjual efek. Resiko kerugian dalam perdagangan efek bisa sangat besar/substansial. Nasabah harus mempertimbangkan semua faktor risiko yang relevan termasuk situasi keuangan pribadi mereka sebelum melakukan perdagangan. Setiap keputusan investasi yang diambil menjadi tanggung jawab sepenuhnya investor.
Pendapat apa pun yang diungkapkan mengenai arah masa depan harga saham tertentu sepenuhnya merupakan pendapat KGI Sekuritas dan tidak dijamin dengan cara apa pun. Dalam hal apa pun KGI Sekuritas tidak bertanggung jawab atas kerugian yang terjadi sehubungan dengan keputusan atau tindakan yang diambil atau tidak diambil oleh pihak mana pun yang mengandalkan informasi yang diberikan di sini, atau keterlambatan, ketidakakuratan, kesalahan, atau kelalaian informasi apapun.
All information provided herein are not intended for and should not be considered as specific investment advice nor an invitation or offer to buy and / or sell securities. The risk of loss in trading securities can be substantial. Customers must consider all relevant risk factors including their own personal financial situation before trading. Every investment decision taken shall be the sole responsibility of the investor.
Any opinions expressed as to the future direction of prices of specific stock are purely the opinions of KGI Sekuritas and are not guaranteed in any way. In no event shall KGI Sekuritas have any liability for any losses incurred in connection with any decision made, action or inaction taken by any party in reliance upon the information provided herein, or any delays, inaccuracies, errors in, or omissions of information.
Yuganur Wijanarko Senior Research (yuganur.wijanarko@kgi.com) (www.kgi.id)


