© 2016 KGI Sekuritas Indonesia | All Rights Reserved Privacy | Trading Information | Terms and Conditions | Sitemap
CEMENT: PAVING A BETTER FOUNDATION
Pertumbuhan volume penjualan semen sepanjang tahun 2020 lalu mengalami penurunan hingga -10,0% YoY didorong utamanya oleh penurunan penjualan bulk cement atas dampak dari penurunan aktivitas konstruksi yang disebabkan oleh pandemi Covid-19. Namun demikian, pada tahun ini kami memperkirakan kinerja sektor semen akan lebih baik dibandingkan tahun lalu sejalan dengan ekspansi sektor konstruksi yang didorong oleh kembali berjalannya proses tender yang sempat tertunda pada tahun lalu serta kenaikan anggatan pembangunan infrastruktur. Sektor properti diperkirakan positif atas dampak kebijakan DP 0% yang akan berdampak pada kenaikan permintaan bag cement
Konsumsi Semen Domestik Mengalami Penurunan di 2020
Konsumsi semen domestik pada tahun 2020 lalu mengalami tekanan yang membawa volume penjualan semen terkontraksi hingga double-digit di 62,7 juta ton, turun -10,0% YoY dibandingkan dengan tahun 2019 di 69,7 juta ton
Penurunan volume penjualan terbesar berasal dari jenis bulk cement yang tercatat turun hingga -22,9% YoY, sedangkan bag cement mencatatkan penurunan yang lebih kecil di yakni -5,3% YoY di 48,3 juta ton
Penurunan penjualan bulk cement yang signifikan utamanya disebabkan oleh penurunan permintaan dari sektor kontruksi seiring dengan penundaan pengerjaan proyek serta mundurnya rencana tender
Penurunan konsumsi terbesar pada tahun lalu berasal dari Bali dan Nusa Tenggara di -13,7% YoY, diikuti oleh pulau Jawa di -13,1% dan Sulawesi di -11,8%. Kawasan Indonesia timur masih mencatatkan pertumbuhan konsumsi semen di +9,5% YoY
Potensi Pertumbuhan Permintaan dari Sektor Konstruksi dan Properti
Volume penjualan semen pada 2021 ini kami memperkirakan akan lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2020. Beberapa faktor yang mendukung proyeksi tersebut antara lain: 1) Kondisi cuaca awal tahun yang lebih baik dibanding tahun lalu, 2) Tender dan pembangunan proyek yang kembali berjalan lancar pada tahun ini, dan 3) Kebijakan DP 0% dari Bank Indonesia untuk pembelian rumah dan apartemen
Stock picks:
- Semen Gresik (SMGR) (Profit taking target: Rp.11.950-12.950)
Entry (1) Rp.10.850, Entry (2) Rp.10.550, Cut loss point: Rp.10.150
- Semen Cibinong (SMCB) (Profit taking target: Rp.1.920-2.020-2.120)
Entry (1) Rp.1.680, Entry (2) Rp.1.620, Cut loss point: Rp.1.580
- Indocement (INTP) (Profit taking target: Rp.14.200-15.200-16.200)
Entry (1) Rp.12.850, Entry (2) Rp.12.250, Cut loss point: Rp.11.850
Penyangkalan
Semua informasi yang diberikan di sini tidak dimaksudkan untuk dan tidak boleh dianggap sebagai saran investasi khusus ataupun undangan atau penawaran untuk membeli dan/atau menjual efek. Resiko kerugian dalam perdagangan efek bisa sangat besar/substansial. Nasabah harus mempertimbangkan semua faktor risiko yang relevan termasuk situasi keuangan pribadi mereka sebelum melakukan perdagangan. Setiap keputusan investasi yang diambil menjadi tanggung jawab sepenuhnya investor.
Pendapat apa pun yang diungkapkan mengenai arah masa depan harga saham tertentu sepenuhnya merupakan pendapat KGI Sekuritas dan tidak dijamin dengan cara apa pun. Dalam hal apa pun KGI Sekuritas tidak bertanggung jawab atas kerugian yang terjadi sehubungan dengan keputusan atau tindakan yang diambil atau tidak diambil oleh pihak mana pun yang mengandalkan informasi yang diberikan di sini, atau keterlambatan, ketidakakuratan, kesalahan, atau kelalaian informasi apapun.
Yuganur Wijanarko Senior Research
(yuganur.wijanarko@kgi.com) (www.kgi.id)


