© 2016 KGI Sekuritas Indonesia | All Rights Reserved Privacy | Trading Information | Terms and Conditions | Sitemap
Daily technical, Jumat April 30-2021
IHSG bermain di level 6.000-an breakout dari konsolidasi semakin dekat
Kami lihat secara teknikal dengan bermainnya IHSG di level 6.000-an maka breakout dari konsolidasi minor semakin dekat, rekomen akumulasi bertahap untuk menjual pada siklus kenaikan berikutnya.
Support: 5.950-5.900-5.850-5.750-5.700-5.600
Resistance: 6.050-6.100-6.150-6.200-6.250-6.350-6.400-6.450-6.550
Technical stock picks: (BUY: BBRI, WIKA, ADRO, PTBA)
- Bank BRI (BBRI) (Profit taking target: Rp.4.350-4.450-4.550)
Entry (1) Rp.4.160, Entry (2) Rp.4.110, Cut loss point: Rp.4.060
- Wijaya Karya (WIKA) (Profit taking target: Rp.1.580-1.680-1.780)
Entry (1) Rp.1.440, Entry (2) Rp.1.410, Cut loss point: Rp.1.340
- Adaro Energy (ADRO) (Profit taking target: Rp.1.350-1.450-1.550)
Entry (1) Rp.1.220, Entry (2) Rp.1.170, Cut loss point: Rp.1.120
- Bukit Asam (PTBA) (Profit taking target: Rp.2.550-2.650-2.750)
Entry (1) Rp.2.420, Entry (2) Rp.2.380, Cut loss point: Rp.2.320
Penyangkalan (Disclaimer)
Semua informasi yang diberikan di sini tidak dimaksudkan untuk dan tidak boleh dianggap sebagai saran investasi khusus ataupun undangan atau penawaran untuk membeli dan/atau menjual efek. Resiko kerugian dalam perdagangan efek bisa sangat besar/substansial. Nasabah harus mempertimbangkan semua faktor risiko yang relevan termasuk situasi keuangan pribadi mereka sebelum melakukan perdagangan. Setiap keputusan investasi yang diambil menjadi tanggung jawab sepenuhnya investor.
Pendapat apa pun yang diungkapkan mengenai arah masa depan harga saham tertentu sepenuhnya merupakan pendapat KGI Sekuritas dan tidak dijamin dengan cara apa pun. Dalam hal apa pun KGI Sekuritas tidak bertanggung jawab atas kerugian yang terjadi sehubungan dengan keputusan atau tindakan yang diambil atau tidak diambil oleh pihak mana pun yang mengandalkan informasi yang diberikan di sini, atau keterlambatan, ketidakakuratan, kesalahan, atau kelalaian informasi apapun.
Yuganur Wijanarko Senior Research


