© 2016 KGI Sekuritas Indonesia | All Rights Reserved Privacy | Trading Information | Terms and Conditions | Sitemap
Outlook IHSG di 2022
PASAR SAHAM
Dari sisi emiten (non-bank), rerata pertumbuhan pendapatan, laba operasi hingga laba bersih masih tetap positif hingga 3Q21, meski sedikit lebih lambat dibanding 2Q21. Sekitar 50% dari laba emiten melampaui estimasi konsensus, 4% sesuai dengan konsensus dan 46% dibawah konsensus, mengindikasikan potensi upside saham kedepan
Performa IHSG terhadap rerata indeks di Asia Tenggara (Ex-Japan) cukup baik, dimana dari sisi valuasi saat ini sudah on-par dengan valuasi regional Kenaikan IHSG beberapa bulan kebelakang turut didukung oleh masif nya dana asing yang masuk ke pasar saham
Indonesia IHSG di 2022 diperkirakan dapat menyentuh level 7.200 – 7.400 didukung oleh: 1) Potensi lebih banyak sektor yang mengalami pelonggaran pembatasan sosial, 2) Kenaikan harga komoditas, 3) Akselerasi vaksinasi, dan 4) Proyeksi realisasi APBN yang lebih besar di 4Q21 PASAR
OBLIGASI
Untuk pasar obligasi, sentimen positif domestik lebih berasal dari dibatalkannya emisi obligasi hingga akhir tahun, sebagai dampak dari belanja APBN yang terbilang minim serta bantuan serapan lelang dari Bank Indonesia melalui SKB 3
Real yield Indonesia masih atraktif dikisaran 4,63%, dibandingkan dengan negara lain yang memiliki rating yang sama di BBB, dimana spread SBN berdenominasi USD terhadap rerata obligasi negara maju semakin kecil, mengindikasikan pandangan risiko terhadap Indonesia yang menurun
Meskipun demikian, pasar obligasi masih mencatatkan net foreign outflow hingga awal November 2021 sejalan dengan implementasi tapering US. Namun, volatilitas diperkirakan terbatas sejalan dengan proporsi kepemilikan asing yang sudah minim di pasar obligasi, sehingga di 2022 diperkirakan yield SUN 10Y berada pada rentang 6,00% – 6,50%
Penyangkalan (Disclaimer)
Semua informasi yang diberikan di sini tidak dimaksudkan untuk dan tidak boleh dianggap sebagai saran investasi khusus ataupun undangan atau penawaran untuk membeli dan/atau menjual efek. Resiko kerugian dalam perdagangan efek bisa sangat besar/substansial. Nasabah harus mempertimbangkan semua faktor risiko yang relevan termasuk situasi keuangan pribadi mereka sebelum melakukan perdagangan. Setiap keputusan investasi yang diambil menjadi tanggung jawab sepenuhnya investor.
Pendapat apa pun yang diungkapkan mengenai arah masa depan harga saham tertentu sepenuhnya merupakan pendapat KGI Sekuritas dan tidak dijamin dengan cara apa pun. Dalam hal apa pun KGI Sekuritas tidak bertanggung jawab atas kerugian yang terjadi sehubungan dengan keputusan atau tindakan yang diambil atau tidak diambil oleh pihak mana pun yang mengandalkan informasi yang diberikan di sini, atau keterlambatan, ketidak-akuratan, kesalahan, atau kelalaian informasi apapun.
Yuganur Wijanarko Senior Research
(yuganur.wijanarko@kgi.com) (www.kgi.id)


