Penentuan di bulan Januari
Kami melihat bahwa arah IHSG untuk 3 bulan kedepan *Q12018 akan ditentukan di bulan Januari ini, bila ada imbas negative yang datang dari bursa regional, komoditas atau rupiah maka IHSG dapat terkoreksi dibawah 6.200 yang dapat melemahkan kenaikan momentum kedepan sehingga range IHSG akan turun ke 6.100-6.250 dari sebelumnya lebih bullish 6.250-6.450 (mengambil asumsi tidak ada koreksi di bawah 6.200).
Kondisi IHSG saat ini rentan koreksi
Secara teknikal, IHSG masih dalam kondisi strong uptrend setelah terus mencetak rekor hingga melewati level psikologis 6.300. Kami melihat indikator teknikal MACD mingguan masih terus berada diatascenterline sehingga menunjukan bahwa IHSG masih dalam short term uptrend. Namun semua in harus mengalah kepada indicator RSI dan Stochastic harian dan mingguan IHSG yang sangat jenuh beli (overbought), bila ada suatu bentuk koreksi ke 6.200 dan bila momentum deras turun berlanjut ke 6.100 untuk meredakan keadaan jenuh beli tersebut rekomen akumulasi di saham big cap index driver dan lapis dua pilihan dan menunggu siklus kenaikan selanjutnya untuk melakukan take profit. Pelaku pasar jangan lupa memperhitungkan cut loss point pada posisi IHSG di 6.100 karena bila close dibawah maka trend jangka pendek akan berubah ke sideways dan turun menuju support berikutnya di 5.900, dan range IHSG 6.200-6.350 (asumsi koreksi fase 1) akan turun lagi ke range 5.900-6.150 (asumsi fase koreksi 2)
Stock picks: (BUY: ASII, TLKM, JSMR, BBTN)
- Astra International (ASII) (Trading target: Rp.8.025-8.125)
Entry (1) Rp.8.100, Entry (2) Rp.8.025, Cut loss point: Rp.7.925
- Telekomunukasi (TLKM) (Trading target Rp.4.450-4.550)
Entry (1) Rp.4.210, Entry (2) Rp.4.150, Cut loss point: Rp.4.020
- Jasa Marga (JSMR) (Trading target Rp.6.600-6.800)
Entry (1) Rp.6.225 Entry (2) Rp.6.125, Cut loss point: Rp.5.975
- Bank BTN (BBTN) (BUY) (Trading Target: Rp.3.750-3.850)
Entry (1) Rp.3.425, Entry (2) Rp.3.325, cut loss point: Rp.3.225
Disclaimer: Investasi di pasar modal adalah hal yang beresiko dan dapat mengakibatkan kerugian material. Tulisan ini hanya bertujuan hanya sekedar memberikan informasi dan tidak boleh ditafsirkan sebagai ajakan atau penawaran untuk membeli dan/atau menjual efek atau instrumen keuangan lainnya. Setiap keputusan investasi yang di ambil merupakan tanggung jawab sepenuhnya investor.
Disclaimer on: This document has been prepared by PT.KGI Sekuritas Indonesia. The information has been compiled from public source, which we believe to be reliable but no representation or warranty, express or implied is made as to accuracy, completeness or fairness of the information and opinions contained in this document. Information and opinion contained herein are used to assist recipients, but are not to be relied upon as authoritative or taken in substitution for the exercise of judgment by any recipients as of this date. Any opinion and expressed in this report are subject to change without notice and PT. KGI Sekuritas Indonesia is not under obligation to update or keep current the information contained herein. This report is not, and should not be construed as, an offer or solicitation to buy or to sell any securities. PT. KGI Sekuritas Indonesia accepts no liabilities whatsoever for any direct, indirect or consequential loss or damage suffered by any person as a result of relying on any statement or omission in any information contained in this report. No part of this report may be produced, distributed or published without the written permission of PT. KGI Sekuritas Indonesia. All rights reserved
Yuganur Wijanarko Senior Research (yuganur.wijanarko@kgi.com) (kgi.id)


