Sektor infrastruktur pada pemerintahan kedua Presiden Jokowi menjadi salah satu sektor penopang positifnya IHSG kedepan.
Kami melihat bahwa sentiment positif dari kepastian politik setelah terpilihnya Jokowi untuk kedua kalinya akan menjadi salah satu alasan mengapa sector Infrastruktur layak untuk diakumulasi. Bila dilihat saham sector konstruksi dan Infratruktur cukup lumayan penurunan dari high sehingga bisa dikatakan undervalued secara kacamata teknikal.
Anggaran pemerintah untuk infrastruktur di kepemimpinan kedua Jokowi masih dalam trend naik dan lebih tinggi dibanding periode pertamanya sehingga dapat membuat kinerja industri semen dan konstruksi mencatat hasil positif. Untuk sepanjang tahun 2019 diperkirakan pemerintah mengalokasikan Rp 415 triliun dalam APBN.
Dampaknya terhadap perusahaan konstruksi adalah peningkatan order book masing masing perusahaan listed. Sebagai contoh saat ini saja sudah meningkat 3 kali lipat dibanding 5 tahun lalu atau pada 2014 silam. Dalam periode pemerintahan kedua tentu saja diperkirakan rencana proyek tambahan akan menaikkan order book perusahaan konstruksi BUMN dan tentu berdampak pada pegerakan harga sahamnya kedepan.
IHSG rangebound breakout diatas 6.600Range IHSG yang dilihat dari grafik bulanan adalah di level 6.270-6.470 dengan view optimis bahwa pergerakan harga akan lebih cenderung menuju ke 6.470 dan 6.670 (yang terkahir merupakan breakout target dari formasi konsolidasi) versus koreksi breakdown ke 6.200-6.100.
IHSG masih akan naik 10% hingga akhir tahun 2019
Kalau dilihat secara siklus dan latar belakang historis bahwa ini adalah kemenangan kedua bagi Jokowi maka ada potensi untuk IHSG naik 10% (dari level 6.300) lagi hingga akhir tahun 2019 ke level 6.900, scenario tersebut cukup wajar dan dibawa average kenaikan 20% IHSG setelah pemilu berlangsung selama 30 tahun lebih.
Portfolio recommendation + 1 month take profit target
| Ticker | Take Profit target |
| JSMR | Rp.6.250 |
| WSBP | Rp.400 |
| PTPP | Rp.2.450 |
| WTON | Rp.775 |
Penyangkalan
Semua informasi yang diberikan di sini tidak dimaksudkan untuk dan tidak boleh dianggap sebagai saran investasi khusus ataupun undangan atau penawaran untuk membeli dan/atau menjual efek. Resiko kerugian dalam perdagangan efek bisa sangat besar/substansial. Nasabah harus mempertimbangkan semua faktor risiko yang relevan termasuk situasi keuangan pribadi mereka sebelum melakukan perdagangan. Setiap keputusan investasi yang diambil menjadi tanggung jawab sepenuhnya investor.
Pendapat apa pun yang diungkapkan mengenai arah masa depan harga saham tertentu sepenuhnya merupakan pendapat KGI Sekuritas dan tidak dijamin dengan cara apa pun. Dalam hal apa pun KGI Sekuritas tidak bertanggung jawab atas kerugian yang terjadi sehubungan dengan keputusan atau tindakan yang diambil atau tidak diambil oleh pihak mana pun yang mengandalkan informasi yang diberikan di sini, atau keterlambatan, ketidakakuratan, kesalahan, atau kelalaian informasi apapun.
Disclaimer
All information provided herein are not intended for and should not be considered as specific investment advice nor an invitation or offer to buy and / or sell securities. The risk of loss in trading securities can be substantial. Customers must consider all relevant risk factors including their own personal financial situation before trading. Every investment decision taken shall be the sole responsibility of the investor.
Any opinions expressed as to the future direction of prices of specific stock are purely the opinions of KGI Sekuritas and are not guaranteed in any way. In no event shall KGI Sekuritas have any liability for any losses incurred in connection with any decision made, action or inaction taken by any party in reliance upon the information provided herein, or any delays, inaccuracies, errors in, or omissions of information.
Yuganur Wijanarko Senior Research (yuganur.wijanarko@kgi.com)


