© 2016 KGI Sekuritas Indonesia | All Rights Reserved Privacy | Trading Information | Terms and Conditions | Sitemap
IHSG close mingguan diatas 6.000, momentum bullish kembali ke pasar
Kami melihat secara teknikal dengan berhasilnya IHSG close secara mingguan (Jumat) diatas level 6.000 maka momentum positif kembali ke pasar untuk mendukung scenario technical recovery kedepan ke resistance di 6.200.
Support: 6.020-5.950-5.900-5.850-5.750-5.700
Resistance: 6.150-6.200-6.250-6.350-6.400-6.450-6.550
Technical stock picks: (BUY: PGAS, MNCN, TINS, JPFA)
- Perusahaan Gas (PGAS) (Profit taking target: Rp.1.450-1.550-1.650)
Entry (1) Rp.1.290, Entry (2) Rp.1.230, Cut loss point: Rp.1.190
- Media Nusantara (MNCN) (Profit taking target: Rp.1.210-1.310.1410)
Entry (1) Rp.970, Entry (2) Rp.940, Cut loss point: Rp.870
- Tambang Timah (TINS) (Profit taking target: Rp.1.820-1.920-2.120)
Entry (1) Rp.1.605, Entry (2) Rp.1.560, Cut loss point: Rp.1.505
- Japfa (JPFA) (Profit taking target: Rp.2.340-2.440-2.640)
Entry (1) Rp.2.110, Entry (2) Rp.1.070, Cut loss point: Rp.1.110
Penyangkalan (Disclaimer)
Semua informasi yang diberikan di sini tidak dimaksudkan untuk dan tidak boleh dianggap sebagai saran investasi khusus ataupun undangan atau penawaran untuk membeli dan/atau menjual efek. Resiko kerugian dalam perdagangan efek bisa sangat besar/substansial. Nasabah harus mempertimbangkan semua faktor risiko yang relevan termasuk situasi keuangan pribadi mereka sebelum melakukan perdagangan. Setiap keputusan investasi yang diambil menjadi tanggung jawab sepenuhnya investor.
Pendapat apa pun yang diungkapkan mengenai arah masa depan harga saham tertentu sepenuhnya merupakan pendapat KGI Sekuritas dan tidak dijamin dengan cara apa pun. Dalam hal apa pun KGI Sekuritas tidak bertanggung jawab atas kerugian yang terjadi sehubungan dengan keputusan atau tindakan yang diambil atau tidak diambil oleh pihak mana pun yang mengandalkan informasi yang diberikan di sini, atau keterlambatan, ketidakakuratan, kesalahan, atau kelalaian informasi apapun.
Yuganur Wijanarko Senior Research


