Kami melihat walaupun IHSG masih terkena imbas aksi jual kaum beruang yang tidak tahan dengan volatilitas regional dan berharap untuk kelanjutan koreksi tajam, pembelian saham big cap index drivers dan lapis dua didorong oleh data trade surplus dan stabilnya rupiah telah menopang IHSG untuk pulih dari trend negative turun ke potensi pembalikan arah naik, rekomen untuk akumulasi secara lebih intensif untuk antipasti proses kenaikan kembali ke level 5.370-5.410.
Support: 5.120-5.040-4.975, Resistance: 5.270-5.370-5.410-5.525-5.620
Stock picks: (BUY: BBNI, LSIP, ASRI, WTON)
1. Bank BNI (BBNI) (Trading target: Rp.5.400)
Secara teknikal pattern perbaikan short dan medium term trend di emitten cap perbankan ini membuatnya menarik untuk di akumulasi melihat kinerja expektasi earnings kedepan di 2016-2017 dengan skenario kenaikan berikutnya menuju resistance psikologis di Rp.5.400.
Entry (1) Rp.5.025, Entry (2) Rp.4.925, Cut loss point: Rp.4.875
2. London Sumatera (LSIP) (Trading target Rp.1.720)
Harga komoditas yang mulai bottoming di low 10 tahun terakhir dan valuasi sektor yang cukup murah setelah tertekan sekian lama membuat emitten CPO ini menarik untuk di akumulasi jangka medium term, rekomen akumulasi untuk potensi kenaikan berikutnya ke Rp.1.720.
Entry (1) Rp.1.580, Entry (2) Rp.1.560, Cut loss point: Rp.1.540
3. Alam Sutera (ASRI) (Trading target Rp.400-430)
Secara teknikal perbaikan short dan medium term emitten property ini dapat digunakan sebagai akumulasi untuk kontinuasi kenaikan short dan medium term berikutnya ke Rp.400-430.
Entry (1) Rp.385, Entry (2) Rp.375, Cut loss point: Rp.365
4. Wika Beton (WTON) (BUY) (Trading Target Rp.860-900)
Pattern perbaikan momentum dalam short dan medium term emitten konstruksi BUMN ini dapat digunakan sebagai trading opportunity mengikuti kontinuasi kenaikan berikutnya ke resistance psikologis Rp.860-900.
Entry (1) Rp.820, Entry (2) Rp.790, cut loss point: Rp.760
Disclaimer: Investasi di pasar modal adalah hal yang beresiko dan dapat mengakibatkan kerugian material. Tulisan ini hanya bertujuan hanya sekedar memberikan informasi dan tidak boleh ditafsirkan sebagai ajakan atau penawaran untuk membeli dan/atau menjual efek atau instrumen keuangan lainnya. Setiap keputusan investasi yang di ambil merupakan tanggung jawab sepenuhnya investor.
Disclaimer: This document has been prepared by PT.KGI Sekuritas Indonesia. The information has been compiled from public source, which we believe to be reliable but no representation or warranty, express or implied is made as to accuracy, completeness or fairness of the information and opinions contained in this document. Information and opinion contained herein are used to assist recipients, but are not to be relied upon as authoritative or taken in substitution for the exercise of judgment by any recipients as of this date. Any opinion and expressed in this report are subject to change without notice and PT. KGI Sekuritas Indonesia is not under obligation to update or keep current the information contained herein. This report is not, and should not be construed as, an offer or solicitation to buy or to sell any securities. PT. KGI Sekuritas Indonesia accepts no liabilities whatsoever for any direct, indirect or consequential loss or damage suffered by any person as a result of relying on any statement or omission in any information contained in this report. No part of this report may be produced, distributed or published without the written permission of PT. KGI Sekuritas Indonesia. All rights reserved
Yuganur Wijanarko Senior Research (yuganur.wijanarko@kgi.com) (kgi.id)


