© 2016 KGI Sekuritas Indonesia | All Rights Reserved Privacy | Trading Information | Terms and Conditions | Sitemap
IHSG potensi breakout ke 6.300
Kami lihat secara teknikal IHSG potensi untuk melanjutkan siklus kenaikan berikutnya menuju scenario breakout ke 6.300 versus scenario koreksi ke dibawah 6.000, rekomen akumulasi trading buy dengan memperhitungkan cut loss point.
Support: 6.150-6.100-5.950-5.900-5.850-5.750-5.700-5.650-5.600-5.550
Resistance: 6.300-6.350-6.400-6.450-6.550-6.600
Technical stock picks: (BUY: BTPS, MEDC, ACES, ADRO)
- Bank Tabungan Syariah (BTPS) (Profit taking target: Rp.4.150-4.250-4.350)
Entry (1) Rp.3.870, Entry (2) Rp.3.830, Cut loss point: Rp.3.770
- Medco Energy (MEDC) (Profit taking target: Rp.770-870-970)
Entry (1) Rp.675, Entry (2) Rp.635., Cut loss point: Rp.589
- Ace Hardware (ACES) (Profit taking target: Rp.1.710-1.910-2.010-2.120)
Entry (1) Rp.1.580, Entry (2) Rp.1.530, Cut loss point: Rp.1.480
- Adaro Energy (ADRO) (Profit taking target: Rp.1.280-1.380-1.480-1.580)
Entry (1) Rp.1.165, Entry (2) Rp.1.125, Cut loss point: Rp.1.075
Penyangkalan (Disclaimer)
Semua informasi yang diberikan di sini tidak dimaksudkan untuk dan tidak boleh dianggap sebagai saran investasi khusus ataupun undangan atau penawaran untuk membeli dan/atau menjual efek. Resiko kerugian dalam perdagangan efek bisa sangat besar/substansial. Nasabah harus mempertimbangkan semua faktor risiko yang relevan termasuk situasi keuangan pribadi mereka sebelum melakukan perdagangan. Setiap keputusan investasi yang diambil menjadi tanggung jawab sepenuhnya investor.
Pendapat apa pun yang diungkapkan mengenai arah masa depan harga saham tertentu sepenuhnya merupakan pendapat KGI Sekuritas dan tidak dijamin dengan cara apa pun. Dalam hal apa pun KGI Sekuritas tidak bertanggung jawab atas kerugian yang terjadi sehubungan dengan keputusan atau tindakan yang diambil atau tidak diambil oleh pihak mana pun yang mengandalkan informasi yang diberikan di sini, atau keterlambatan, ketidakakuratan, kesalahan, atau kelalaian informasi apapun.
Yuganur Wijanarko Senior Research


