Kami melihat secara teknikal pegerakan IHSG menjadi sideways terkonsolidasi di kisaran atas dengan pelaku pasar menunggu arah lebih jelas.
Range harga IHSG berkisar di support 6.350 dan resistance di 6.500, breakout dibawah 6.50 akan membuka upside hingga 6.500 sedangkan breakdown dibawah 6.350 akan memicu koreksi ke 6.200 dimana pada saat itu terjadi bisa dijadikan kesempatan akumulasi on weakness.
Support: 6.350-6.300-6.250-6.200-6.150-6.020-5.924-5.853-5.810-
Resistance: 6.500-6.550-6.600-6.650-6.700
Technical stock picks: (BUY: ISAT-BBTN-TOTL-UNTR)
- Indosat (ISAT) (Profit taking target: Rp.6.450-6.550-6.650)
Entry (1) Rp.6.125, Entry (2) Rp.6.025, Cut loss point: Rp.5.925
- Bank BTN (BBTN) (Profit taking target: Rp.1.950-2.050-2.150-2.250)
Entry (1) Rp.1.850, Entry (2) Rp.1.810, Cut loss point: Rp.1.750
- Total Bangun Persada (TOTL) (Profit taking target: Rp.400-420-450)
Entry (1) Rp.382, Entry (2) Rp.378, Cut loss point: Rp.372
- United Tractors (UNTR) (Profit taking target: Rp.27.550-28.550-29.500)
Entry (1) Rp.26.100, Entry (2) Rp.25.600, Cut loss point: Rp.25.100
Penyangkalan (Disclaimer)
Semua informasi yang diberikan di sini tidak dimaksudkan untuk dan tidak boleh dianggap sebagai saran investasi khusus ataupun undangan atau penawaran untuk membeli dan/atau menjual efek. Resiko kerugian dalam perdagangan efek bisa sangat besar/substansial. Nasabah harus mempertimbangkan semua faktor risiko yang relevan termasuk situasi keuangan pribadi mereka sebelum melakukan perdagangan. Setiap keputusan investasi yang diambil menjadi tanggung jawab sepenuhnya investor.
Pendapat apa pun yang diungkapkan mengenai arah masa depan harga saham tertentu sepenuhnya merupakan pendapat KGI Sekuritas dan tidak dijamin dengan cara apa pun. Dalam hal apa pun KGI Sekuritas tidak bertanggung jawab atas kerugian yang terjadi sehubungan dengan keputusan atau tindakan yang diambil atau tidak diambil oleh pihak mana pun yang mengandalkan informasi yang diberikan di sini, atau keterlambatan, ketidakakuratan, kesalahan, atau kelalaian informasi apapun.
Yuganur Wijanarko Senior Research


