© 2016 KGI Sekuritas Indonesia | All Rights Reserved Privacy | Trading Information | Terms and Conditions | Sitemap
Kaum banteng menunggu breakout diatas level 6.400
Kami melihat secara teknikal pendobrakan resistance kunci di 6.400 hanya tinggal menunggu waktu, bila itu terjadi rekomen menambah posisi buy untuk ride strong minor uptrend yang terjadi nantinya ke 6.450-6.500.
Support: 6.300-6.250-6.200-6.150-6.100-5.950-5.900-5.850-5.750-5.700
Resistance: 6.400-6.450-6.550-6.600-6.650-6.700
Technical stock picks: (BUY: BTPS, BMRI, CPIN, RALS)
- Bank Tabungan Syariah (BTPS) (Profit taking target: Rp.3.850-3.950-4.050)
Entry (1) Rp.3.640 Entry (2) Rp.3.610, Cut loss point: Rp.3.540
- Bank Mandiri (BMRI) (Profit taking target: Rp.6.850-6.950-7.050)
Entry (1) Rp.6.650, Entry (2) Rp.6.600., Cut loss point: Rp.6.550
- Charoen Pokphan (CPIN) (Profit taking target: Rp.6.975-7.175-7.375)
Entry (1) Rp.6.800, Entry (2) Rp.6.750 Cut loss point: Rp.6.700
- Bank BNI (BBNI) (Profit taking target: Rp.6.450-6.550-6.650)
Entry (1) Rp.6.150, Entry (2) Rp.6.050, Cut loss point: Rp.5.950
Penyangkalan (Disclaimer)
Semua informasi yang diberikan di sini tidak dimaksudkan untuk dan tidak boleh dianggap sebagai saran investasi khusus ataupun undangan atau penawaran untuk membeli dan/atau menjual efek. Resiko kerugian dalam perdagangan efek bisa sangat besar/substansial. Nasabah harus mempertimbangkan semua faktor risiko yang relevan termasuk situasi keuangan pribadi mereka sebelum melakukan perdagangan. Setiap keputusan investasi yang diambil menjadi tanggung jawab sepenuhnya investor.
Pendapat apa pun yang diungkapkan mengenai arah masa depan harga saham tertentu sepenuhnya merupakan pendapat KGI Sekuritas dan tidak dijamin dengan cara apa pun. Dalam hal apa pun KGI Sekuritas tidak bertanggung jawab atas kerugian yang terjadi sehubungan dengan keputusan atau tindakan yang diambil atau tidak diambil oleh pihak mana pun yang mengandalkan informasi yang diberikan di sini, atau keterlambatan, ketidakakuratan, kesalahan, atau kelalaian informasi apapun.
Yuganur Wijanarko Senior Research


