© 2016 KGI Sekuritas Indonesia | All Rights Reserved Privacy | Trading Information | Terms and Conditions | Sitemap
OUTLOOK EKONOMI GLOBAL DAN DOMESTIK 2022
Pemulihan ekonomi global melambat disebabkan oleh gangguan pada rantai pasokan dan berdampak pada performa keuangan perusahaan global
Inflasi global diperkirakan bersifat transitory, dimana kenaikan inflasi saat ini merupakan dampak dari kenaikan hampir seluruh harga komoditas
Disamping itu, biaya logistik juga mengalami kenaikan signifikan, meskipun pada Oktober 2021 Baltic Dry Index (indeks yang mengukur harga tranportasi laut untuk bahan material) sudah menunjukkan tanda-tanda penurunan
Ekonomi US menunjukkan pemulihan yang cepat dimana pasar tenaga kerja terus mendekati level normal pre-pandemi, meskipun fiskal defisit tercatat lebih besar dari level normal sejalan dengan stimulus besar-besaran yang diberikan sejak awal pandemi
Pertumbuhan ekonomi China juga mengalami perlambatan, seiring dengan kenaikan harga komoditas yang menyebabkan krisis energi
Dari domestik, penanganan Covid-19 di Indonesia terbilang baik dimana progress vaksinasi terus berlanjut dan mendekati target 70% untuk tingkat vaksinasi nasional di akhir tahun
Penerimaan negara baik dari pajak maupun penerimaan negara bukan pajak (PNBP) naik sejak awal 2021 yang berdampak pada defisit fiskal yang lebih kecil dibanding tahun lalu dan juga asumsi makro APBN 2021
Konsumsi masyarakat cepat pulih di 2021 utamanya setelah pelonggaran pembatasan sosial didukung oleh belanja dari kelas menengah, meskipun masyarakat kelas atas dan bawah masih tertahan laju pertumbuhan konsumsinya
Inflasi di Indonesia utamanya dipengaruhi oleh harga energi (i.e harga bensin, LPG, etc) dimana hal ini merupakan harga yang diatur pemerintah sehingga diproyeksi masih akan stabil kedepan. Namun, pemerintah harus mengeluarkan sekitar 1% dari GDP untuk terus melakukan subsidi jika harga minyak mencapai USD80 per barrel yang akan berdampak pada kenaikan belanja APBN dan berpotensi memperbesar defisit fiskal
Penyangkalan (Disclaimer)
Semua informasi yang diberikan di sini tidak dimaksudkan untuk dan tidak boleh dianggap sebagai saran investasi khusus ataupun undangan atau penawaran untuk membeli dan/atau menjual efek. Resiko kerugian dalam perdagangan efek bisa sangat besar/substansial. Nasabah harus mempertimbangkan semua faktor risiko yang relevan termasuk situasi keuangan pribadi mereka sebelum melakukan perdagangan. Setiap keputusan investasi yang diambil menjadi tanggung jawab sepenuhnya investor.
Pendapat apa pun yang diungkapkan mengenai arah masa depan harga saham tertentu sepenuhnya merupakan pendapat KGI Sekuritas dan tidak dijamin dengan cara apa pun. Dalam hal apa pun KGI Sekuritas tidak bertanggung jawab atas kerugian yang terjadi sehubungan dengan keputusan atau tindakan yang diambil atau tidak diambil oleh pihak mana pun yang mengandalkan informasi yang diberikan di sini, atau keterlambatan, ketidak-akuratan, kesalahan, atau kelalaian informasi apapun.
Technical stock picks & target bulanan: (BUY: JSMR, ASII, SSMS, ISAT)
- Jasa Marga (JSMR) (Profit taking target: Rp.4.490-4.590-4.690)
Entry (1) Rp.4.170, Entry (2) Rp.4.120, Cut loss point: Rp.4.070
- Astra International (ASII) (Profit taking target: Rp.6.575-6.775)
Entry (1) Rp.6.225, Entry (2) Rp.6.150, cut loss point: Rp.6.050
- Sawit Sumbermas (SSMS) (Profit taking target: Rp.1.510-1.610-1.710)
Entry (1) Rp.1.290, Entry (2) Rp.1.240, Cut loss point: Rp.1.190
- Indosat (ISAT) (Profit taking target: Rp.7.425-7.525-7.625)
Entry (1) Rp.7.075, Entry (2) Rp.6.975, Cut loss point: Rp.6.875
Yuganur Wijanarko Senior Research
(yuganur.wijanarko@kgi.com) (www.kgi.id)


