Siklus Santa Klaus rally dan year end window dressing akan mewarnai IHSG
Kami melihat secara teknikal dengan IHSG akhirnya dapat close secara mingguan diatas level 6.050 maka mulai terbentuk landasan kaki-kaki kuat untuk memicu proses permulaan Santa Klaus rally dan year-end window dressing kedepan sehingga dapat dikatakan ini saat yang tepat untuk akumulasi saham big cap index driver dan lapis dua pilihan untuk siklus kenaikan selanjutnya.
Persiapan landasan untuk window dressing
Seperti beberapa tahun sebelumnya, Desember tahun ini juga diperkirakan menjadi momentum peningkatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) atau biasanya disebut window dressing, terutama bila dilihat pasar cendurung ditahan. Secara pengamantan teknikal jumlah saham sektor emiten yang diperkirakan menanjak dan menopang IHSG dalam empat pekan terakhir 2017 adalah kategori big caps dan medium caps di consumer, perbankan, serta telekomunikasi.
Dividend time: Sebagai tambahan Desember disebut sebagai aksi window dressing karena emiten atau fund manajer berupaya memacu kinerja sahamnya dan portofolionya yang dibukukan untuk laporan akhir tahun. Selain itu, sejumlah perusahaan yang mengantongi laba bersih juga berpeluang melakukan pembagian dividen interim ke pemegang asham umum.
Stock picks: (BUY: ASII, TLKM, INDF, BBTN)
- Astra International (ASII) (Trading target: Rp.8625-8.725)
Entry (1) Rp.8.325, Entry (2) Rp.8.275, Cut loss point: Rp.8.175
- Telekomunukasi (TLKM) (Trading target Rp.4.390-4.490)
Entry (1) Rp.4.180, Entry (2) Rp.4.090, Cut loss point: Rp.3.920
Indofood (INDF) (Trading target Rp.7.900-8.200)
Entry (1) Rp.7.525 Entry (2) Rp.7.475, Cut loss point: Rp.7.375
- Bank BTN (BBTN) (BUY) (Trading Target: Rp.3.600-3.800)
Entry (1) Rp.3.375, Entry (2) Rp.3.275, cut loss point: Rp.3.175
Disclaimer: Investasi di pasar modal adalah hal yang beresiko dan dapat mengakibatkan kerugian material. Tulisan ini hanya bertujuan hanya sekedar memberikan informasi dan tidak boleh ditafsirkan sebagai ajakan atau penawaran untuk membeli dan/atau menjual efek atau instrumen keuangan lainnya. Setiap keputusan investasi yang di ambil merupakan tanggung jawab sepenuhnya investor.
Disclaimer on: This document has been prepared by PT.KGI Sekuritas Indonesia. The information has been compiled from public source, which we believe to be reliable but no representation or warranty, express or implied is made as to accuracy, completeness or fairness of the information and opinions contained in this document. Information and opinion contained herein are used to assist recipients, but are not to be relied upon as authoritative or taken in substitution for the exercise of judgment by any recipients as of this date. Any opinion and expressed in this report are subject to change without notice and PT. KGI Sekuritas Indonesia is not under obligation to update or keep current the information contained herein. This report is not, and should not be construed as, an offer or solicitation to buy or to sell any securities. PT. KGI Sekuritas Indonesia accepts no liabilities whatsoever for any direct, indirect or consequential loss or damage suffered by any person as a result of relying on any statement or omission in any information contained in this report. No part of this report may be produced, distributed or published without the written permission of PT. KGI Sekuritas Indonesia. All rights reserved
Yuganur Wijanarko Senior Research (yuganur.wijanarko@kgi.com) (kgi.id)


