- Katalis datang dari perkembangan ekonomi global:
Faktor seperti ketidakpastian kebijakan (Brexit), penurunan pertumbuhan kawasan Euro dan Tiongkok serta konflik dagang As-Tiongkok masih akan mewarnai sentiment sehingga volatilitas regional yang mempengaruhi IHSG masih bisa terjadi di kemudian hari.
Pertumbuhan Ekonomi 2019 Indonesia (5.2%) (5.1% versi Worldbank yang di downgrade) masih diatas Dunia (3.3%), jadi sebenarnya pertumbuhan ekonomi di Indonesia masih cukup baik diatas average dunia.
- Perkembangan Ekonomi Domestik:
Kami melihat faktor inflasi masih akan terkendali (3.5%) di 2019 (good for consumer, bank stocks (potensi BI rate turun), dan angka 3.5% masih dibawah angka pertumbuhan ekonomi 5-5.1%.
Pengeluaran konsumsi pemerintah masih akan naik di 2019 (5.4%) dan belum ada budget cuts, (Good for saham infra dan konstruksi)
- Hal yang perlu diwaspadai untuk faktor domestik:
Faktor deficit transaksi berjalan dan import di 2019 diperkirakan masih belum bisa turun signifikan di 2019, ini bisa create sentiment negative dari segi pasar.
- Program prioritas pemerintah:
Sektor diutamakan adalah ekonomi dan keuangan (KUR) (positif untuk saham perbankan sector mikro seperti BBTN, BBRI, BJTM) serta pangan dan pertanian.
- Kebijakan tambahan untuk mendukung kinerja perekonomian:
Pengembangan sistem delivery order online, prosedur export otomotif dan pembangunan kawasan otomotif center (positif untuk ASII dan IMAS)
Stock picks: (BUY: BBRI, WIKA, ASII, IMAS)
- Bank BRI (BBRI) (Profit taking target: Rp.4.550-4.650)
Entry (1) Rp.4.320, Entry (2) Rp.4.240, Cut loss point: Rp.4.120
- Wijaya Karya (WIKA) (Profit taking target Rp.2.570-2.670-2.770)
Entry (1) Rp.2.410, Entry (2) Rp.2.350, Cut loss point: Rp.2.310
- Astra International (ASII) (Profit taking target Rp.7.375-7.575)
Entry (1) Rp.7.175, Entry (2) Rp.7.075, Cut loss point: Rp.6.975
- Indomobil (IMAS) (Profit taking target: Rp.2.760-2.760-2.920)
Entry (1) Rp.2.580, Entry (2) Rp.2.520, cut loss point: Rp2.480
Penyangkalan
Semua informasi yang diberikan di sini tidak dimaksudkan untuk dan tidak boleh dianggap sebagai saran investasi khusus ataupun undangan atau penawaran untuk membeli dan/atau menjual efek. Resiko kerugian dalam perdagangan efek bisa sangat besar/substansial. Nasabah harus mempertimbangkan semua faktor risiko yang relevan termasuk situasi keuangan pribadi mereka sebelum melakukan perdagangan. Setiap keputusan investasi yang diambil menjadi tanggung jawab sepenuhnya investor.
Pendapat apa pun yang diungkapkan mengenai arah masa depan harga saham tertentu sepenuhnya merupakan pendapat KGI Sekuritas dan tidak dijamin dengan cara apa pun. Dalam hal apa pun KGI Sekuritas tidak bertanggung jawab atas kerugian yang terjadi sehubungan dengan keputusan atau tindakan yang diambil atau tidak diambil oleh pihak mana pun yang mengandalkan informasi yang diberikan di sini, atau keterlambatan, ketidakakuratan, kesalahan, atau kelalaian informasi apapun.
Disclaimer
All information provided herein are not intended for and should not be considered as specific investment advice nor an invitation or offer to buy and / or sell securities. The risk of loss in trading securities can be substantial. Customers must consider all relevant risk factors including their own personal financial situation before trading. Every investment decision taken shall be the sole responsibility of the investor.
Any opinions expressed as to the future direction of prices of specific stock are purely the opinions of KGI Sekuritas and are not guaranteed in any way. In no event shall KGI Sekuritas have any liability for any losses incurred in connection with any decision made, action or inaction taken by any party in reliance upon the information provided herein, or any delays, inaccuracies, errors in, or omissions of information.
Yuganur Wijanarko Senior Research (yuganur.wijanarko@kgi.com) (kgi.id)


