IHSG mulai siklus kenaikan akhir desember
Kami melihat walaupun sering digempur oleh aksi jual kaum beruang yang selalu berusaha menekan harga ke bawah namun pembelian cukup intensif oleh kaum banteng memulai proses siklus kenaikan hingga akhir Desember atau biasa disebut dengan santa claus rally di Amerika, rekomen akumulasi terus di saham big cap dan lapis dua pilihan untuk skenario kelanjutan kenaikan hingga 6.100 dan seterusnya.
Faktor yang membuat IHSG akan naik
Secara trend medium term yang telah terbentuk sejak September lalu kelihataanya kenaikan IHSG yang terus mencetak high baru masih akan berlangsung setidaknya higga memasuki bulan Desember atau yang banyak dijuluki para pelaku pasar sebagai window dressing atau santa claus rally di penghujung akhir tahun. Ada beberapa faktor yang membuat IHSG naik antara lain sejumlah data ekonomi, yang menyebabkan iklim makro ekonomi lokal menjadi lebih kondusif.
Sektor dan saham yang patut diperhatikan untuk IHSG di bulan Desember
Kami melihat pertumbuhan sektor keuangan ditopang oleh suku bunga acuan yang cenderung stabil perlahan akan memicu suku bunga kredit di pasaran ikut turun, sehingga mampu menumbuhkan kredit konsumsi di kemudian hari, faktor ini seharusnya positif untuk sektor banking, consumer dan property yang bergantung ke biaya kredit.
Untuk sektor property walaupun masih perform dibawa IHSG namun tetap di rekomen karenakinerja keuangan secara teknikal mulai membaik dan pendorong sentiment juga datang dari kelonggaran kebijakan moneter oleh pemerintah dan pembangunan infrastruktur (secara teori adanya proyek di sekitar property komersial dan residential dapat menaikan harga jual) bisa menjadi katalis pendorong kedepan.
Stock picks: (BUY: ASRI, ASII, ADHI, BBCA
- Alam Sutera (ASRI) (Trading target: Rp.360-380)
Entry (1) Rp.340, Entry (2) Rp.320, Cut loss point: Rp.310
- Astra International (ASII) (Trading target Rp.8.600-8.800)
Entry (1) Rp.8.300, Entry (2) Rp.8.200, Cut loss point: Rp.8.050
- Adhikarya (ADHI) (Trading target Rp.1.910-2.010)
Entry (1) Rp.1.750, Entry (2) Rp.1.710, Cut loss point: Rp.1.680
- Bank BCA (BBCA) (BUY) (Trading Target: Rp.22.000)
Entry (1) Rp.20.875, Entry (2) Rp.20.275, cut loss point: Rp.19.775
Disclaimer: Investasi di pasar modal adalah hal yang beresiko dan dapat mengakibatkan kerugian material. Tulisan ini hanya bertujuan hanya sekedar memberikan informasi dan tidak boleh ditafsirkan sebagai ajakan atau penawaran untuk membeli dan/atau menjual efek atau instrumen keuangan lainnya. Setiap keputusan investasi yang di ambil merupakan tanggung jawab sepenuhnya investor.
Disclaimer on: This document has been prepared by PT.KGI Sekuritas Indonesia. The information has been compiled from public source, which we believe to be reliable but no representation or warranty, express or implied is made as to accuracy, completeness or fairness of the information and opinions contained in this document. Information and opinion contained herein are used to assist recipients, but are not to be relied upon as authoritative or taken in substitution for the exercise of judgment by any recipients as of this date. Any opinion and expressed in this report are subject to change without notice and PT. KGI Sekuritas Indonesia is not under obligation to update or keep current the information contained herein. This report is not, and should not be construed as, an offer or solicitation to buy or to sell any securities. PT. KGI Sekuritas Indonesia accepts no liabilities whatsoever for any direct, indirect or consequential loss or damage suffered by any person as a result of relying on any statement or omission in any information contained in this report. No part of this report may be produced, distributed or published without the written permission of PT. KGI Sekuritas Indonesia. All rights reserved
Yuganur Wijanarko Senior Research (yuganur.wijanarko@kgi.com) (kgi.id)


