Rupiah (kurs): Dengan melemahnya rupiah selama beberapa minggu terakhir dengan trading range yang sebelumnya 13.200-13.400 menjadi 13.400-13.600 dan kemudian naik lagi ke kisaran atas 13.600-13.800 menunjukan trend penguatan dollar terhadap rupiah yang sebenarnya dari efek regional. Dari factor dalam negeri kurang bersaingnya return obligasi 10 tahunan negara yang dikurangi risk premium (3.7%) versus yield US treasury 10 tahun (3%) membuat yield obligasi pemerintah Indonesia menjadi kurang menarik sehingga banyak yang berpikir BI harus menaikan suku bunga.
Pengaruh kurs ke earnings emitten: Kami melihat setiap 1% pelemahan kurs rupiah berpengaruh pada 0.4% penurunan laba emitten perbankan dan 0.2% laba non perbankan, ini menjelaskan kenapa setiap kali ada pelemahan kurs IHSG melemah diwarnai dengan net sell asing terutama di saham big cap perbankan.
Sentimen mixed, pelaku pasar menunggu kelanjutan koreksi untuk akumulasi
Dalam kondisi pasar yang masih cenderung sideways dan di tengah sentiment mixed, kami lihat pelaku pasar sebaiknya menunggu kelanjutan koreksi minor untuk melakukan akumulasi buy.
Stock picks: (BUY: BBRI, ASII, ADRO, BSDE)
- Bank BRI (BBRI) (Profit taking target: Rp.3.880-3.980)
Entry (1) Rp.3.640, Entry (2) Rp.3.560, Cut loss point: Rp.3.410
- Astra International (ASII) (Profit taking target Rp.7.950-8.050)
Entry (1) Rp.7.625, Entry (2) Rp.7.525, Cut loss point: Rp.7.450
- Adaro Energy (ADRO) (Profit taking target Rp.2.270-2.370)
Entry (1) Rp.2.020, Entry (2) Rp.1.920, Cut loss point: 1.820
- Bumi Serpong Damai (BSDE) (BUY) (Profit taking target: Rp.1.800-1/850)
Entry (1) Rp.1.695, Entry (2) Rp.1.625, cut loss point: Rp.1.585
Disclaimer: Investasi di pasar modal adalah hal yang beresiko dan dapat mengakibatkan kerugian material. Tulisan ini hanya bertujuan hanya sekedar memberikan informasi dan tidak boleh ditafsirkan sebagai ajakan atau penawaran untuk membeli dan/atau menjual efek atau instrumen keuangan lainnya. Setiap keputusan investasi yang di ambil merupakan tanggung jawab sepenuhnya investor.
Disclaimer on: This document has been prepared by PT.KGI Sekuritas Indonesia. The information has been compiled from public source, which we believe to be reliable but no representation or warranty, express or implied is made as to accuracy, completeness or fairness of the information and opinions contained in this document. Information and opinion contained herein are used to assist recipients, but are not to be relied upon as authoritative or taken in substitution for the exercise of judgment by any recipients as of this date. Any opinion and expressed in this report are subject to change without notice and PT. KGI Sekuritas Indonesia is not under obligation to update or keep current the information contained herein. This report is not, and should not be construed as, an offer or solicitation to buy or to sell any securities. PT. KGI Sekuritas Indonesia accepts no liabilities whatsoever for any direct, indirect or consequential loss or damage suffered by any person as a result of relying on any statement or omission in any information contained in this report. No part of this report may be produced, distributed or published without the written permission of PT. KGI Sekuritas Indonesia. All rights reserved
Yuganur Wijanarko Senior Research (yuganur.wijanarko@kgi.com) (kgi.id)


