- DJIA mendukung trend IHSG membaik di October: Di bulan October ini harusnya lebih bullish untuk IHSG terutama melihat gambaran technical Dow Jones sejak Maret masih mengalami trend naik dengan MACD di grafik harian dan weekly melakukan golden cross buy. Skenario kedepan untuk Dow Jones adalah kosolidasi atau naik sehingga IHSG masih menyimpan banyak upside.
- Perhatikan perbankan: Secara teknikal kami sarankan untuk perhatikan saham di sektor perbankan yang akan menjadi index big cap driver di IHSG.
- Efek dari Omnibus law ke perbankan: Perbankan akan mendapatkan keuntungan dari perubahan upah tenaga kerja (terutama pesangon) karena mereka mempekerjakan cukup banyak orang untuk jaringan cabang mereka. Penyederhanaan perizinan akan membantu bank; proses lisensi (untuk menyiapkan kehadiran cabang) tidak serumit beberapa sektor lainnya. Manfaat secara tidak langsung dari potensi FDI yang lebih tinggi karena ekonomi akan berakselerasi dan menguntungkan sektor perbankan (baik pinjaman maupun simpanan).
- Daily dan weekly chart IHSG membaik: Kami melihat tekanan pasar regional harusnya sudah mereda sehingga sentiment menjadi lebih positif untuk mendorong bargain hunting terjadi agar IHSG, secara indicator di grafik harian sudah ada MACD cross buy signal bahwa momentum mulai on lagi. Dari kacamata segi grafik mingguan kenaikan diatas 5.000 membatalkan signal dead cross di MACD mingguan.
Stock picks: (BUY: BMRI-BBRI-BBCA-BBNI)
- Bank Mandiri (BMRI) (Profit taking target: Rp.5.850-5.950-6.350)
Entry (1) Rp.5.450, Entry (2) Rp.5.375, Cut loss point: Rp.5.275
- Bank BRI (BBRI) (Profit taking target: Rp.3.650-3.750-3.850-4.050)
Entry (1) Rp.3.250, Entry (2) Rp.3.150, Cut loss point: Rp.3.050
- Bank BCA (BBCA) (Profit taking target: Rp.30.800-32.800)
Entry (1) Rp.28.550, Entry (2) Rp.28.150, Cut loss point: Rp.27.750
- Bank BNI (BBNI) (Profit taking target: Rp.4.850-4.950-5.150)
Entry (1) Rp.4.725, Entry (2) Rp.4.625 Cut loss point: Rp.4.575
Penyangkalan
Semua informasi yang diberikan di sini tidak dimaksudkan untuk dan tidak boleh dianggap sebagai saran investasi khusus ataupun undangan atau penawaran untuk membeli dan/atau menjual efek. Resiko kerugian dalam perdagangan efek bisa sangat besar/substansial. Nasabah harus mempertimbangkan semua faktor risiko yang relevan termasuk situasi keuangan pribadi mereka sebelum melakukan perdagangan. Setiap keputusan investasi yang diambil menjadi tanggung jawab sepenuhnya investor.
Pendapat apa pun yang diungkapkan mengenai arah masa depan harga saham tertentu sepenuhnya merupakan pendapat KGI Sekuritas dan tidak dijamin dengan cara apa pun. Dalam hal apa pun KGI Sekuritas tidak bertanggung jawab atas kerugian yang terjadi sehubungan dengan keputusan atau tindakan yang diambil atau tidak diambil oleh pihak mana pun yang mengandalkan informasi yang diberikan di sini, atau keterlambatan, ketidakakuratan, kesalahan, atau kelalaian informasi apapun.
Disclaimer
All information provided herein are-not intended for and should not be considered as specific investment advice nor an invitation or offer to buy and / or sell securities. The risk of loss in trading securities can be substantial. Customers must consider all relevant risk factors including their own personal financial situation before trading. Every investment decision taken shall be the sole responsibility of the investor.
Any opinions expressed as to the future direction of prices of specific stock are purely the opinions of KGI Sekuritas and are not guaranteed in any way. In no event shall KGI Sekuritas have any liability for any losses incurred in connection with any decision made, action or inaction taken by any party in reliance upon the information provided herein, or any delays, inaccuracies, errors in, or omissions of information.
Yuganur Wijanarko Senior Research


