© 2016 KGI Sekuritas Indonesia | All Rights Reserved Privacy | Trading Information | Terms and Conditions | Sitemap
MINING CONTRACTOR: POSITIVE SPILL-OVER FROM ADDITIONAL QUOTA
China yang merupakan negara konsumen terbesar batubara masih terus mengalami penurunan persediaan seiring dengan pemulihan ekonomi yang berlanjut yang berdampak pada kenaikan permintaan listrik. Penurunan impor batubara juga turut berdampak pada kenaikan harga. Nihilnya impor China dari Australia berdampak positif bagi Indonesia yang merupakan negara importir batubara terbesar ke China saat ini, dimana pemerintah menaikkan kuota produksi batubara menjadi sebesar 625 juta ton yang akan menjadi katalis positif bagi emiten jasa pertambangan.
Persediaan Batubara China Masih Terus Menyusut
Total persediaan batubara China masih melanjutkan tren penurunan hingga Februari YANG tercatat turun ke 159 juta metrik ton (-2,3% MoM, -13,8% YoY)
Persediaan batubara dipembangkit listrik juga menunjukkan tren yang sama, per Maret 2021 persediaan turun ke 14,3 juta metrik ton (-8,1% MoM, -18,1% YoY)
Penurunan persediaan ini didorong kenaikan rerata konsumsi batubara mingguan oleh pembangkit listrik yang mencapai 703 ribu ton (+35,5% MoM, +28,8 YoY) pada Maret 2021,
Dengan level penggunaan dan persediaan saat ini avarage day burn turun ke level 20,29 hari (Feb 21: 29,90 hari, Mar 20: 31,73 hari)
Penurunan Impor juga Menambah Tekanan pada Persediaan
Hingga bulan Maret 2021, total impor batubara China tercatat di 27,33 juta metrik ton (+31,6% MoM, -1,8% YoY), dimana hingga 3M21 adalah sebesar 68,45 juta ton (-28,6% YoY)
Ketegangan geopolitik antara China dan Australia sangat menekan pasokan impor batubara dari Australia, dimana hal ini berdampak pada kenaikan proporsi impor dari Indonesia yang naik ke 71,0% pada Februari 2021
Kesempatan tersebut disambut baik oleh Indonesia yang meningkatkan target produksi batubara pada tahun ini yang ditetapkan pada April 2021 lalu yakni sebesar 75 juta ton, naik dari 550 juta ton menjadi sebesar 625 juta ton
Seluruh faktor tersebut mendorong harga batubara naik signifikan, dimana per April 2021 harga batubara Newcastle 6000 naik ke USD93,69 per metric ton (-1,3% MoM, +60,0% YoY), harga acuan batubara Indonesia (HBA 6322) naik ke USD86,68 per metrik ton (+2,6% MoM, +31,8% YoY), dan harga batubara domestik China yakni Qinhuangdao 5500 naik ke level USD110,86 per metrik ton (+15,0% MoM, +61,7% YoY)
Pilihan Saham: (DOID, PTRO, UNTR, ADRO)
- Delta Dunia (DOID) (Profit taking target: Rp.410-440)
Entry (1) Rp.372, Entry (2) Rp.362, Cut loss point: Rp.352
- Petrosea (PTRO) (Profit taking target: Rp.2.600-2.800)
Entry (1) Rp.2.240, Entry (2) Rp.2.210, Cut loss point: Rp.2.140
- United Tractors (UNTR) (Profit taking target: Rp.22.700-23.700-24.700
Entry (1) Rp.21.400, Entry (2) Rp.21.200, Cut loss point: Rp.20.800
- Adro Energy (ADRO) (Profit taking target: Rp.1.390-1.490-1.590)
Entry (1) Rp.1.190, Entry (2) Rp.1.140, Cut loss point: Rp.1.090
Penyangkalan
Semua informasi yang diberikan di sini tidak dimaksudkan untuk dan tidak boleh dianggap sebagai saran investasi khusus ataupun undangan atau penawaran untuk membeli dan/atau menjual efek. Resiko kerugian dalam perdagangan efek bisa sangat besar/substansial. Nasabah harus mempertimbangkan semua faktor risiko yang relevan termasuk situasi keuangan pribadi mereka sebelum melakukan perdagangan. Setiap keputusan investasi yang diambil menjadi tanggung jawab sepenuhnya investor.
Pendapat apa pun yang diungkapkan mengenai arah masa depan harga saham tertentu sepenuhnya merupakan pendapat KGI Sekuritas dan tidak dijamin dengan cara apa pun. Dalam hal apa pun KGI Sekuritas tidak bertanggung jawab atas kerugian yang terjadi sehubungan dengan keputusan atau tindakan yang diambil atau tidak diambil oleh pihak mana pun yang mengandalkan informasi yang diberikan di sini, atau keterlambatan, ketidakakuratan, kesalahan, atau kelalaian informasi apapun.
Yuganur Wijanarko Senior Research


