© 2016 KGI Sekuritas Indonesia | All Rights Reserved Privacy | Trading Information | Terms and Conditions | Sitemap
TOLL ROAD: EXPECTING FASTER TRAFFIC NORMALIZATION
Trafik tol masih terus mengalami melanjutkan pemulihan hingga 4Q20 tahun lalu dimana data trafik enam ruas tol yang menjadi representasi kinerja industri terus mengalami normalisasi hingga mencapai 80,5% dari kondisi trafik normal pre-pandemi. Momentum perbaikan diproyeksikan akan terus berlanjut yang akan didukung oleh potensi kenaikan penjualan kendaraan roda empat, aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat yang membaik sejalan dengan program vaksinasi nasional, dan kenaikan tarif tol.
Trafik Tol Melanjutkan Tren Pemulihan di 4Q20 Lalu
Hingga akhir tahun 2020 lalu, trafik kendaraan dari keenam jalan tol yang menjadi proxy kami tercatat sebanyak 728,82 juta kendaraan, atau mengalami penurunan -21,8% YoY, dimana penurunan ini sejalan dengan pengetatan pembatasan sosial utamanya di wilayah Jabodetabek pada awal tahun 2020 yang menyebabkan mobilitas masyarakat menurun drastis, utamanya di 2Q20 dimana trafik tercatat sebanyak 117,5 juta kendaraan atau turun -43,3% YoY
Tren perbaikan trafik kendaraan semakin terlihat pada 4Q20 dimana pembatasan sosial lebih longgar dan mobilitas masyarakan kembali naik, dimana untuk ruas tol pilihan trafik kendaraan tercatat naik secara kuartalan menjadi 217,02 juta kendaraan (+19,7% QoQ, -19,5% YoY), setara dengan 80,5% dari trafik normal pada periode yang sama tahun lalu
Pemulihan Penjualan Mobil dan Kenaikan Tarif akan Berdampak Positif
Sepanjang tahun lalu penjualan mobil mengalami penurunan yang signifikan mencapai -44,9% YoY dimana jumlah mobil terjual sebanyak 578 ribu kendaraan
Meskipun kontraksi tercatat cukup dalam pada tahun lalu, namun seiring dengan pulihnya tingkat keyakinan konsumen yang kami prediksikan akan semakin meningkat di 2021 seiring dengan berjalannya program vaksinasi, ditambah dengan berbagai macam stimulus fiskal dari pemerintah seperti relaksasi PPnBM, kami proyeksikan penjualan mobil akan rebound
Hal ini merupakan katalis positif terhadap volume trafik tol di 2021 sejalan dengan peningkatan jumlah kendaraan yang juga didukung oleh kembalinya mobilitas masyarakat menuju kondisi normal
Tarif tol cenderung memiliki sifat sticky price dengan kecenderungan meningkat setiap tahunnya sehingga seiring dengan kenaikan volume trafik, pendapatan dari emiten pengelola jalan tol berpotensi naik
Pilihan Saham: (JSMR, META, WSKT, WSBP)
- Jasa Marga (JSMR) (Profit taking target: Rp.4.450-4.750-4.950)
Entry (1) Rp.4.150, Entry (2) Rp.4.100, Cut loss point: Rp.4.050
- Nusantara Infrastructure (META) (Profit taking target: Rp.180-220)
Entry (1) Rp.140, Entry (2) Rp.130, Cut loss point: Rp.120
- Waskita (WSKT) (Profit taking target: Rp.1.200-1.400)
Entry (1) Rp.975, Entry (2) Rp.935, Cut loss point: Rp.875
- Waskita Beton (WSBP) (Profit taking target: Rp.220-240-260)
Entry (1) Rp.180, Entry (2) Rp.160, Cut loss point: Rp.150
Penyangkalan
Semua informasi yang diberikan di sini tidak dimaksudkan untuk dan tidak boleh dianggap sebagai saran investasi khusus ataupun undangan atau penawaran untuk membeli dan/atau menjual efek. Resiko kerugian dalam perdagangan efek bisa sangat besar/substansial. Nasabah harus mempertimbangkan semua faktor risiko yang relevan termasuk situasi keuangan pribadi mereka sebelum melakukan perdagangan. Setiap keputusan investasi yang diambil menjadi tanggung jawab sepenuhnya investor.
Pendapat apa pun yang diungkapkan mengenai arah masa depan harga saham tertentu sepenuhnya merupakan pendapat KGI Sekuritas dan tidak dijamin dengan cara apa pun. Dalam hal apa pun KGI Sekuritas tidak bertanggung jawab atas kerugian yang terjadi sehubungan dengan keputusan atau tindakan yang diambil atau tidak diambil oleh pihak mana pun yang mengandalkan informasi yang diberikan di sini, atau keterlambatan, ketidakakuratan, kesalahan, atau kelalaian informasi apapun.
Yuganur Wijanarko Senior Research


