© 2016 KGI Sekuritas Indonesia | All Rights Reserved Privacy | Trading Information | Terms and Conditions | Sitemap
COAL MINING: INVENTORY SQUEEZE CONTINUES
China yang merupakan konsumen terbesar batubara global masih terus mengalami penurunan persediaan dimana per April 2021 persediaan tercatat turun hingga -47,9% YoY. Penurunan impor dan lemah nya produksi domestuk juga turut menekan persediaan batubara, dimana disisi permintaan batubara masih terus menunjukkan pemulihan seiring dengan pemulihan ekonomi. Porsi impor batubara dari Indonesia ke China menjadi sangat dominan seiring dengan berhentinya impor dari Australia ke China yang sudah berlangsung selama tujuh bulan.
Kami memproyeksikan tren ini masih akan terus berlangsung dan berdampak positif terhadap harga batubara.
Namun demikian, kedepannya kami proyeksikan efek La Nina mereda memasuki tengah tahun, sehingga operasional produksi dan penjualan akan kembali
Pilihan Saham: (ADRO, PTBA, UNTR, INDY)
- Adaro Energy (ADRO) (Profit taking target: Rp.1.520-1.620-1.720)
Entry (1) Rp.1.355, Entry (2) Rp.1.310, Cut loss point: Rp.1.255
- Bukit Asam (PTBA) (Profit taking target: Rp.2.530-2.630-2.720)
Entry (1) Rp.2.310, Entry (2) Rp.2.250, Cut loss point: Rp.2.210
- United Tractors (UNTR) (Profit taking target: Rp.21.450-22.450-23.450)
Entry (1) Rp.20.250, Entry (2) Rp.19.750, Cut loss point: Rp.19.350
- Indika Energy (INDY) (Profit taking target: Rp.1.630-1.730-1.730)
Entry (1) Rp.1.465, Entry (2) Rp.1.410, Cut loss point: Rp.1.365
Penyangkalan
Semua informasi yang diberikan di sini tidak dimaksudkan untuk dan tidak boleh dianggap sebagai saran investasi khusus ataupun undangan atau penawaran untuk membeli dan/atau menjual efek. Resiko kerugian dalam perdagangan efek bisa sangat besar/substansial. Nasabah harus mempertimbangkan semua faktor risiko yang relevan termasuk situasi keuangan pribadi mereka sebelum melakukan perdagangan. Setiap keputusan investasi yang diambil menjadi tanggung jawab sepenuhnya investor.
Pendapat apa pun yang diungkapkan mengenai arah masa depan harga saham tertentu sepenuhnya merupakan pendapat KGI Sekuritas dan tidak dijamin dengan cara apa pun. Dalam hal apa pun KGI Sekuritas tidak bertanggung jawab atas kerugian yang terjadi sehubungan dengan keputusan atau tindakan yang diambil atau tidak diambil oleh pihak mana pun yang mengandalkan informasi yang diberikan di sini, atau keterlambatan, ketidakakuratan, kesalahan, atau kelalaian informasi apapun.
Yuganur Wijanarko Senior Research


