Kami melihat pelaku pasar masih perlu mengamai beberapa alasan negative selain perbubahan pandangan S&P yang berubah sehingga menyebabkan IHSG memasuki trend turun yaitu:
Lembaga Pemeringkat hutang S&P ingin agar Indonesia menaikan harga BBM untuk mengurangi subsidi di beban APBN, namun ini sulit dilaksakan karena tahun depan adalah tahun pemilu.
S&P juga memperingaktkan Indonesia untuk menjaga rupiah dengan kebijakan fiscal intern padahal sebenarnya rupiah melemah akibat terimbas penguatan USD secara global bukan karena factor domestic.
Asset rupiah kurang kompetitif:
Dengan naiknya suku bunga the Fed ke 1.75%, US Treasury note 10 tahun mendekati 3%, asset rupiah seperti obligasi RI akan kurang menarik sehingga ada resiko capital outflow yang dapat berimbas ke bursa saham karena akan melemahkan rupiah. S&P sebenarnya ingin Indonesia menaikan suku bunga namun ini akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan kredit perbankan.
Stock picks: (BUY: BMRI, PTPP, INDF, TLKM)
- Bank Mandiri (BMRI) (Profit taking target: Rp.8.350-8.475)
Entry (1) Rp.8.025, Entry (2) Rp.7.925, Cut loss point: Rp.7.825
- PT Persero (PTPP) (Profit taking target Rp.3.050-3.150)
Entry (1) Rp.2.740, Entry (2) Rp.2.640, Cut loss point: Rp.2.540
- Indofood (INDF) (Profit taking target: Rp.7.625-7.725)
Entry (1) Rp.7.125, Entry (2) Rp.7.025, cut loss point: Rp.6.975
- Telekomunikasi (TLKM) (BUY) (Profit taking target: Rp.3.920-4.030)
Entry (1) Rp.3.670, Entry (2) Rp.3.570, cut loss point: Rp.3.470
Disclaimer: Investasi di pasar modal adalah hal yang beresiko dan dapat mengakibatkan kerugian material. Tulisan ini hanya bertujuan hanya sekedar memberikan informasi dan tidak boleh ditafsirkan sebagai ajakan atau penawaran untuk membeli dan/atau menjual efek atau instrumen keuangan lainnya. Setiap keputusan investasi yang di ambil merupakan tanggung jawab sepenuhnya investor.
Disclaimer on: This document has been prepared by PT.KGI Sekuritas Indonesia. The information has been compiled from public source, which we believe to be reliable but no representation or warranty, express or implied is made as to accuracy, completeness or fairness of the information and opinions contained in this document. Information and opinion contained herein are used to assist recipients, but are not to be relied upon as authoritative or taken in substitution for the exercise of judgment by any recipients as of this date. Any opinion and expressed in this report are subject to change without notice and PT. KGI Sekuritas Indonesia is not under obligation to update or keep current the information contained herein. This report is not, and should not be construed as, an offer or solicitation to buy or to sell any securities. PT. KGI Sekuritas Indonesia accepts no liabilities whatsoever for any direct, indirect or consequential loss or damage suffered by any person as a result of relying on any statement or omission in any information contained in this report. No part of this report may be produced, distributed or published without the written permission of PT. KGI Sekuritas Indonesia. All rights reserved
Yuganur Wijanarko Senior Research (yuganur.wijanarko@kgi.com) (kgi.id)


