© 2016 KGI Sekuritas Indonesia | All Rights Reserved Privacy | Trading Information | Terms and Conditions | Sitemap
RESIDENTIAL PROPERTY: IMPACT OF STIMULUS IS GAINING MOMENTUM
Pertumbuhan total KPR/KPA pada Februari 2021 kembali mencatatkan kenaikan yang mengindikasikan adanya pemulihan permintaan di sektor properti residensial seiring dengan tren penurunan suku bunga KPR/KPA yang ditambah dengan adanya berbagai stimulus fiskal dai Bank Indonesia dan pemerintah. Hal ini telah terlihat dari kenaikan marketing sales agregat emiten properti yang tumbuh +56,2% YoY di 1Q21 lalu. Kami memproyeksikan peningkatan marketing sales yang lebih signifikan dapat terjadi di 2Q21.
Tren Penurunan Suku Bunga KPR/KPA Masih Berlanjut
Indeks harga properti residensial pada 4Q20 tercatat masih mengalami kenaikan meskipun semakin melambat
Pertumbuhan harga rumah secara tahunan untuk rumah tipe kecil tercatat tumbuh paling tinggi di +2,2% YoY , disusul oleh rumah tipe menengah di +1,6% YoY dan rumah besar di +0,8% YoY
Secara kuartalan, pertumbuhan harga rumah kecil juga masih memimpin kenaikan yang tercatat di +0,31% QoQ, disusul oleh rumah menengah di +0,28% QoQ dan rumah besar di +0,19% QoQ
Suku bunga KPR dan KPA per Februari 2021 masih mengalami tren penurunan yang masing-masing tercatat dilevel 8,26% dan 8,22%
Total kredit bank umum untuk kepemilikan rumah (KPR) dan apartemen (KPA) tercatat tumbuh +4,6% YoY di Maret 2021
Translasi BI 7DRR ke suku bunga KPR dan KPA cukup efektif, dimana hal ini berdampak pada kenaikan permintaan kredit
Kenaikan harga pada tiper rumah kecil menunjukkan adanya demand pick-up pada segmentasi pasar tersebut, yang utamanya masih didominasi oleh pembiayaan KPR
Insentif Fiskal terhadap Sektor Properti telah Menunjukkan Dampak Positif
Volume penjualan rumah pada 4Q20 masih turun namun lebih baik dibandingkan dengan kuartal sebelumnya
Volume penjualan turun -20,6% YoY secara rerata, untuk rumah besar turun -36,7% YoY, rumah sedang -24,1% YoY dan rumah kecil -15,1% YoY
Meskipun demikian, pada 1Q21 marketing sales agregat dari lima emiten properti terbesar (kecuali ASRI) secara kumulatif mencatatkan kenaikan sebesar +56,2% YoY menjadi sebesar Rp6,48 triliun
Kami melihat stimulus Bank Indonesia yang menaikkan LTV ke 100% (DP 0%) serta adanya insentif PPN telah berdampak positif pada kenaikan permintaan properti di 1Q21 dan diperkirakan masih akan berlangsung di 2Q21
Pilihan Saham: (PWON, BSDE, CTRA, ASRI)
- Pakuwon (PWON) (Profit taking target: Rp.590-690-790)
Entry (1) Rp.505, Entry (2) Rp.480, Cut loss point: Rp.430
- Bumi Serpong Damai (BSDE) (Profit taking target: Rp.1.190-1.290-1.390)
Entry (1) Rp.1.130, Entry (2) Rp.1.110, Cut loss point: Rp.1.070
- Ciputra (UNTR) (Profit taking target: Rp.1.195-1.295-1.395-1.495)
Entry (1) Rp.1.070, Entry (2) Rp.1.020, Cut loss point: Rp.990
- Alam Sutera (ASRI) (Profit taking target: Rp.190-210-230)
Entry (1) Rp.170, Entry (2) Rp.165, Cut loss point: Rp.160
Penyangkalan
Semua informasi yang diberikan di sini tidak dimaksudkan untuk dan tidak boleh dianggap sebagai saran investasi khusus ataupun undangan atau penawaran untuk membeli dan/atau menjual efek. Resiko kerugian dalam perdagangan efek bisa sangat besar/substansial. Nasabah harus mempertimbangkan semua faktor risiko yang relevan termasuk situasi keuangan pribadi mereka sebelum melakukan perdagangan. Setiap keputusan investasi yang diambil menjadi tanggung jawab sepenuhnya investor.
Pendapat apa pun yang diungkapkan mengenai arah masa depan harga saham tertentu sepenuhnya merupakan pendapat KGI Sekuritas dan tidak dijamin dengan cara apa pun. Dalam hal apa pun KGI Sekuritas tidak bertanggung jawab atas kerugian yang terjadi sehubungan dengan keputusan atau tindakan yang diambil atau tidak diambil oleh pihak mana pun yang mengandalkan informasi yang diberikan di sini, atau keterlambatan, ketidakakuratan, kesalahan, atau kelalaian informasi apapun.
Yuganur Wijanarko Senior Research


