- Penurunan produksi CPO di Malaysia menyebabkan penurunan persediaan ditengah mulai pulihnya permintaan dari luar negeri dimana per Desember 2020 jumlah ekspor melebihi jumlah produksi dalam negeri. Hal ini berdampak pada kenaikan harga CPO yang signifikan sejak pertengahan tahun 2020 lalu. Kami memperkirakan di 2021 tingkat produksi CPO masih akan terdisrupsi ditengah fenomena La Nina, sehingga berpotensi mendukung kenaikan harga CPO lanjutan. Kenaikan harga CPO akan berdampak pada kenaikan profitabilitas emiten perkebunan kelapa sawit di Indonesial asset di obilgasi rupiah (government bonds) karena menaikan harga asset tersebut sehingga ada faktor appresiasi asset yang belum terdiskon dalam harga saham dan secara fundamental baru akan berasa di laporan keuangan Q4 2020 nantinya.
- Kenaikan Harga CPO Didorong oleh Penurunan Produksi:
Meskipun ekspor masih menurun, namun pada bulan Desember 2020, jumlah ekspor CPO lebih tinggi dibandingkan produksi sehingga berdampak pada penurunan persediaan CPO yang lebih dalam
Pada Desember 2020, persediaan menunjukkan penurunan signifikan dimana tercatat hanya sebesar 1,26 juta ton atau turun -37,0% YoY
Ditengah ekonomi global yang mulai pulih, penurunan persediaan yang disebabkan oleh lemahnya produksi menyebabkan kenaikan signifikan harga CPO, dimana pada November 2020 harga CPO telah naik ke level MYR3.779 per ton (+32,6% YoY)
Stock picks: (BUY: AALI-LSIP-SGRO-SIMP)
- Astra Agro Lestari (AALI) (Profit taking target: Rp.11.900-12.800)
Entry (1) Rp.11.200, Entry (2) Rp.10.800, Cut loss point: Rp.10.500
- London Sumatera Plantation (LSIP) (Profit taking target: Rp.1.450-1.550-1.650)
Entry (1) Rp.1305, Entry (2) Rp.1.270, Cut loss point: Rp.1.220
- Sampoerna Agro (AGRO) (Profit taking target: Rp.1.850-1950-2.050)
Entry (1) Rp.1.690, Entry (2) Rp.1.650, Cut loss point: Rp.1.590
- Salim Ivomas (SIMP) (Profit taking target: Rp.425-445-465-485)
Entry (1) Rp.392, Entry (2) Rp.387, Cut loss point: Rp.382
Penyangkalan
Semua informasi yang diberikan di sini tidak dimaksudkan untuk dan tidak boleh dianggap sebagai saran investasi khusus ataupun undangan atau penawaran untuk membeli dan/atau menjual efek. Resiko kerugian dalam perdagangan efek bisa sangat besar/substansial. Nasabah harus mempertimbangkan semua faktor risiko yang relevan termasuk situasi keuangan pribadi mereka sebelum melakukan perdagangan. Setiap keputusan investasi yang diambil menjadi tanggung jawab sepenuhnya investor.
Pendapat apa pun yang diungkapkan mengenai arah masa depan harga saham tertentu sepenuhnya merupakan pendapat KGI Sekuritas dan tidak dijamin dengan cara apa pun. Dalam hal apa pun KGI Sekuritas tidak bertanggung jawab atas kerugian yang terjadi sehubungan dengan keputusan atau tindakan yang diambil atau tidak diambil oleh pihak mana pun yang mengandalkan informasi yang diberikan di sini, atau keterlambatan, ketidakakuratan, kesalahan, atau kelalaian informasi apapun.
Disclaimer
All information provided herein are-not intended for and should not be considered as specific investment advice nor an invitation or offer to buy and / or sell securities. The risk of loss in trading securities can be substantial. Customers must consider all relevant risk factors including their own personal financial situation before trading. Every investment decision taken shall be the sole responsibility of the investor.
Any opinions expressed as to the future direction of prices of specific stock are purely the opinions of KGI Sekuritas and are not guaranteed in any way. In no event shall KGI Sekuritas have any liability for any losses incurred in connection with any decision made, action or inaction taken by any party in reliance upon the information provided herein, or any delays, inaccuracies, errors in, or omissions of information.
Yuganur Wijanarko Senior Research
(yuganur.wijanarko@kgi.com) (www.kgi.id)


