IHSG dan komoditi boom?
Saham komoditas tambang dan batubara sebagai momentum play: Saham batubara dan tambang mulai menjadi leader sektor di IHSG mendiskon terjadinya komoditi boom di 2017 dengan perbaikan ekonomi global dan policy suku bunga Fed (yang berikutnya dijadwalkan Desember 15) menjadi lebih teratur.
Fed rate hike memberikan pasar kepastian: Kenaikan suku bunga the Fed dalam tahap suatu trend menjadi bukti untuk meyakinkan sentimen pasar bahwa ekonomi mulai kuat dan expektasi inflasi cukup tinggi kedepan yang efek ke naiknya komoditas tambang dan batubara. Hasil dari kebijaksanaan Fed yang tegas akan membuat pasar yakin sehingga menimbulkan commmodity boom dan demand untuk high risky assets di emerging market serupa dengan periode 2005 hingga pertengahan 2007. Policy Fed yang jelas akan baik untuk Indonesia sehingga BI dapat mempertahankan suku bunga tetap untuk menurunkan cost of fund di 2017.
Stock picks & 1-week targets: (BUY: PTBA, ANTM, LSIP, UNTR)
- PT. Bukit Asam (PTBA) (BUY) (Trading target: Rp.13.200-13.650)
Entry buy (1) Rp.12.725, Entry buy (2) Rp.12.625, Cut loss point: Rp.12.525
- Aneka Tambang (ANTM) (BUY) (Trading target: Rp.1.020)
Entry (1) Rp.970, Entry (2) Rp.950, Cut-loss point: Rp.930
- London Sumatra (LSIP) (BUY) (Trading target Rp.1.950-2.050)
Entry: (1) Rp.1.815, Entry (2) Rp.1.785, Cut loss point Rp.1.725
- United Tractors (UNTR) (BUY): (Trading target Rp.24.500)
Entry: (1) Rp.22.675, Entry (2) Rp.21.575, Cut loss point Rp.21.175
Disclaimer: Investasi di pasar modal adalah hal yang beresiko dan dapat mengakibatkan kerugian material. Tulisan ini hanya bertujuan hanya sekedar memberikan informasi dan tidak boleh ditafsirkan sebagai ajakan atau penawaran untuk membeli dan/atau menjual efek atau instrumen keuangan lainnya. Setiap keputusan investasi yang di ambil merupakan tanggung jawab sepenuhnya investor.
Disclaimer on: This document has been prepared by PT.KGI Sekuritas Indonesia. The information has been compiled from public source, which we believe to be reliable but no representation or warranty, express or implied is made as to accuracy, completeness or fairness of the information and opinions contained in this document. Information and opinion contained herein are used to assist recipients, but are not to be relied upon as authoritative or taken in substitution for the exercise of judgment by any recipients as of this date. Any opinion and expressed in this report are subject to change without notice and PT. KGI Sekuritas Indonesia is not under obligation to update or keep current the information contained herein. This report is not, and should not be construed as, an offer or solicitation to buy or to sell any securities. PT. KGI Sekuritas Indonesia accepts no liabilities whatsoever for any direct, indirect or consequential loss or damage suffered by any person as a result of relying on any statement or omission in any information contained in this report. No part of this report may be produced, distributed or published without the written permission of PT. KGI Sekuritas Indonesia. All rights reserved
Yuganur Wijanarko Senior Research (yuganur.wijanarko@kgi.com) (kgi.id)


