© 2016 KGI Sekuritas Indonesia | All Rights Reserved Privacy | Trading Information | Terms and Conditions | Sitemap
KGI WEEKLY : CONSTRUCTION: GROWTH CONTINUES
Berdasarkan RAPBN 2022, anggaran pembangunan infrastruktur ditetapkan sebesar Rp384,8 triliun, sedangkan anggaran untuk Kementerian PUPR juga turun ke Rp100,6 triliun, keduanya lebih rendah dibandingkan dengan anggaran di 2021. Namun, angka ini tetap tinggi dan masih berada direntang kondisi pra-pandemi. Raihan kontrak baru emiten konstruksi BUMN di 8M21 masih bertumbuh sebesar +47,1% YoY, meskipun tingkat hutang masih terus mengalami kenaikan. Seiring dengan struktur modal yang baik dengan tingkat hutang terendah yang akan menjadi cushion ditengah kondisi pandemi Covid-19,
Normalisasi Anggaran Infrastrutur dan Kementerian PUPR di 2022
Anggaran infrastruktur di 2022 turun menjadi sebesar Rp384,8 triliun
Anggaran pembangunan infrastruktur pada tahun 2022 akan difokuskan untuk penyediaan kebutuhan dasar, peningkatan konektivitas dan mobilitas, infrastruktur pangan dan energi serta pemerataan infrastruktur skala nasional
Anggaran untuk Kementerian PUPR juga mengalami penurunan menjadi sebesar Rp100,6 triliun, turun -29,8% YoY dibandingkan dengan anggaran pada tahun 2021 yang telah direvisi menjadi sebesar Rp143,2 triliun
Hingga Agustus 2021, realisasi belanja Kementerian PUPR mencapai Rp69,6 triliun, atau setara dengan 46,5% dari pagu anggaran tahun ini
Kami melihat normalisasi anggaran infrastruktur dan Kementerian PUPR masih berada pada rentang kondisi normal pre-pandemi setelah di 2021 meningkat tajam akibat revisi anggaran di 2020 lalu
Raihan Kontrak Baru Emiten Konstruksi Masih Bertumbuh hingga 8M21
Hingga 8M21, realisasi kontrak baru emiten konstruksi pilihan secara kumulatif tercatat sebesar Rp43,73 triliun, setara dengan 36,8% dari target kumulatif tahun ini yang sebesar Rp118,98 triliun
Angka ini tetap tinggi dan akan berkontribusi positif terhadap performa emiten konstruksi
Technical stock picks: (BUY: ADHI, PTPP, WSKT, KRAS)
- Ahikarya (ADHI) (Profit taking target: 1.290-1.350-1.450-1.550)
Entry (1) Rp.1.170, Entry (2) Rp.1.120, Cut loss point: Rp.1.070
- PP Persero (PTPP) (Profit taking target: Rp.1.495-1.595-1.695)
Entry (1) Rp.1.310 Entry (2) Rp.1.280, cut loss point: Rp.1.210
- Waskita (WSKT) (Profit taking target: Rp.1.095-1.195-1.295)
Entry (1) Rp.1.035, Entry (2) Rp.1.010, Cut loss point: Rp.940
- Krakatau Steel (KRAS) (Profit taking target: Rp.645-725-795-895)
Entry (1) Rp.545, Entry (2) Rp.490, Cut loss point: Rp.455
Penyangkalan (Disclaimer)
Semua informasi yang diberikan di sini tidak dimaksudkan untuk dan tidak boleh dianggap sebagai saran investasi khusus ataupun undangan atau penawaran untuk membeli dan/atau menjual efek. Resiko kerugian dalam perdagangan efek bisa sangat besar/substansial. Nasabah harus mempertimbangkan semua faktor risiko yang relevan termasuk situasi keuangan pribadi mereka sebelum melakukan perdagangan. Setiap keputusan investasi yang diambil menjadi tanggung jawab sepenuhnya investor.
Pendapat apa pun yang diungkapkan mengenai arah masa depan harga saham tertentu sepenuhnya merupakan pendapat KGI Sekuritas dan tidak dijamin dengan cara apa pun. Dalam hal apa pun KGI Sekuritas tidak bertanggung jawab atas kerugian yang terjadi sehubungan dengan keputusan atau tindakan yang diambil atau tidak diambil oleh pihak mana pun yang mengandalkan informasi yang diberikan di sini, atau keterlambatan, ketidak-akuratan, kesalahan, atau kelalaian informasi apapun.
Yuganur Wijanarko Senior Research
(yuganur.wijanarko@kgi.com) (www.kgi.id)


