© 2016 KGI Sekuritas Indonesia | All Rights Reserved Privacy | Trading Information | Terms and Conditions | Sitemap
Wrap-up economic and global November
Ekspor migas secara tahunan masih mengalami kenaikan sebesar +66,84% YoY, sedangkan non-migas juga tumbuh +52,75% YoY. Ekspor non-migas masih dominan dengan proporsi ke total ekspor mencapai 95,35% pada Oktober 2021
Secara sektoral, secara tahunan sektor industri pengolahan (proporsi: 72,94%) tumbuh +36,50% YoY, pertambangan & lainnya (20,56%) naik paling signifikan +190,57% YoY, migas (4,65%) tumbuh +66,84%, dan pertanian (1,85%) turun -3,32% YoY
Kenaikan yang signifikan pada sektor pertambangan secara tahunan didukung utamanya oleh kenaikan ekspor komoditas batubara (+198,76% YoY), lignit (+678,95% YoY) dan bijih tembaga (+55,72% YoY)
Pangsa ekspor non-migas terbesar Indonesia di September 2021 yakni: 1) China (USD5,93 miliar, proporsi 28,22%), 2) Amerika Serikat (USD2,34 miliar, 11,14%), dan 3) Jepang (USD1,41 miliar, 6,73%)
Secara kumulatif hingga 10M21, total ekspor Indonesia tercatat meningkat +41,80% YoY ke USD186,32 miliar
Impor migas di Oktober 2021 secara tahunan naik sebesar +75,94% YoY, sedangkan non-migas tumbuh +48,29% YoY
Menurut penggunaan barang, di Oktober 2021 secara tahunan impor barang bahan baku/penolong (proporsi: 75,55%) naik +55,83% YoY, barang modal (14,69%) tumbuh +29,41% YoY, dan barang konsumsi (9,76%) naik +53,45% YoY
Pangsa impor non-migas terbesar Indonesia di Oktober 2021 yakni: 1) China (USD4,60 miliar, proporsi 31,98%), 2) Jepang (USD1,38 miliar, 9,56%), dan 3) Australia (USD0,84 miliar, 5,83%)
Aktivitas impor secara kumulatif hingga 10M21 tercatat mengalami pertumbuhan sebesar +35,86% YoY di USD155,51 miliar
Neraca perdagangan tercatat mengalami surplus yang besar di Oktober 2021 senilai USD5,73 miliar, dimana surplus terbesar berasal dari negara Amerika Serikat, China dan Filipina. Surplus neraca perdagangan telah terjadi selama 18 bulan secara beruntun, dimana surplus perdagangan di Oktober 2021 ini merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah
Technical stock picks: (BUY:BUKA, BBRI, PGAS, BFIN)
- Bukalapak (BUKA) (Profit taking target:Rp.795-845-915)
Entry (1) Rp.725, Entry (2) Rp.695, Cut loss point: Rp.755
- Bank BRI (BBRI) (Profit taking target: Rp.4.290-4.390-4.490)
Entry (1) Rp.4.150, Entry (2) Rp.4.110, cut loss point: Rp.4.050
- Perusahaan Gas (PGAS) (Profit taking target: Rp.1.590-1.690-1.790)
Entry (1) Rp.1.475, Entry (2) Rp.1.445, Cut loss point: Rp.1.385
- BFI Finance (BFIN) (Profit taking target: Rp.1.150-1.250-1.350)
Entry (1) Rp.1.020, Entry (2) Rp.980, Cut loss point: Rp.930
Penyangkalan (Disclaimer)
Semua informasi yang diberikan di sini tidak dimaksudkan untuk dan tidak boleh dianggap sebagai saran investasi khusus ataupun undangan atau penawaran untuk membeli dan/atau menjual efek. Resiko kerugian dalam perdagangan efek bisa sangat besar/substansial. Nasabah harus mempertimbangkan semua faktor risiko yang relevan termasuk situasi keuangan pribadi mereka sebelum melakukan perdagangan. Setiap keputusan investasi yang diambil menjadi tanggung jawab sepenuhnya investor.
Pendapat apa pun yang diungkapkan mengenai arah masa depan harga saham tertentu sepenuhnya merupakan pendapat KGI Sekuritas dan tidak dijamin dengan cara apa pun. Dalam hal apa pun KGI Sekuritas tidak bertanggung jawab atas kerugian yang terjadi sehubungan dengan keputusan atau tindakan yang diambil atau tidak diambil oleh pihak mana pun yang mengandalkan informasi yang diberikan di sini, atau keterlambatan, ketidak-akuratan, kesalahan, atau kelalaian informasi apapun.
Yuganur Wijanarko Senior Research
(yuganur.wijanarko@kgi.com) (www.kgi.id)


